Wisata Budaya Dan Sejarah Di Banda Aceh

Wisata Budaya Dan Sejarah Di Banda Aceh

Wisata Budaya Dan Sejarah Di Banda Aceh – Banda Aceh, ibu kota Provinsi Aceh, merupakan kota yang kaya sejarah dan budaya. Kota ini memiliki banyak tempat wisata yang dapat dikunjungi untuk mengetahui sejarah dan budayanya.

Wisata Budaya Dan Sejarah Di Banda Aceh

Museum Tsunami Aceh

Tempat wisata sejarah dan budaya lainnya yang bisa dikunjungi di Banda Aceh adalah Museum Tsunami Aceh. Museum ini merupakan sebuah museum yang dirancang sebagai monumen ikonik gempa dan tsunami Samudera Hindia tahun 2004. Selain berfungsi sebagai situs memorial akan korban jiwa dan wadah edukasi kebencanaan, museum ini juga berguna sebagai tempat perlindungan dari bencana serupa di masa depan. Museum Tsunami Aceh ini terletak di Jalan Sultan Iskandar Muda 3, Sukaramai, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh. Hanya sekitar 3 menit saja dari Museum Rumoh Aceh.

Baca Juga :  5 Tempat Wisata Menarik Di Mesir Harus Kamu Kunjungi

Taman Putroe Phang Taman

Putroe Phang juga merupakan salah satu tempat sejarah dan budaya yang bisa dikunjungi di Banda Aceh. Objek wisata ini merupakan replika sebuah taman di kompleks Kerajaan Aceh Darussalam yang didirikan oleh Sultan Iskandar Muda (1607-1636) untuk istrinya Ratu Putroe Phang dari Kerajaan Pahang. Taman ini dibangun karena Sultan sangat mencintai Putri Pahang dan agar Ratu tidak merasa kesepian jika Raja memimpin pemerintahan dan peperangan. Konon pembangunan taman tersebut merupakan permintaan Putroe Phang, putri raja yang dibawa ke Aceh oleh Sultan Iskandar Muda setelah penaklukan Kerajaan Pahang. Taman ini hanya berjarak kurang lebih 3 menitan saja dari Museum Tsunami Aceh. Lokasinya di Jl. Merapi No. 37, Sukaramai, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh. Kota Banda Aceh memang memiliki banyak situs wisata sejarah dan budaya yang layak dikunjungi. Wisata ke tempat-tempat ini bisa memberikan informasi tentang sejarah dan budaya Aceh.

Museum Aceh

Salah satu tempat wisata sejarah dan budaya yang menarik dikunjungi di Kota Banda Aceh adalah Museum Aceh. Museum berbentuk rumah adat Aceh (Rumoh Aceh_red) ini didirikan pada masa pemerintahan Hindia Belanda dan menjadi salah satu museum tertua di Indonesia. Museum Aceh, menampilkan ragam koleksi, seperti Jeungki (penumbuk padi), Lonceng (diberi nama Lonceng Cakra Donya), manuskrip kuno, benda-benda tradisional, dan lain-lain yang dapat memberikan informasi tentang sejarah dan budaya Aceh.